Agustus 15, 2008 | In: Tulisan
Matinya Nurani LSM Orangutan
Siang hari ini redpel bang Yadi menunjukkan surat pembaca kalau boleh saya katakan dia pejuang yang melestarikan orangutan ini dia surat pembaca tersebut yang di terbitkan di harian pagi tempat saya bekerja (maaf hanya di versi cetak) hehheheh..tapi disini kan udah ada…silahkan baca
EMPAT Mei 2007. Gudang pupuk PT Agro Bukit, ada sebuah peti, berada dalam sudut yang gelap. Isinya ibu dan anak orangutan plus sebuah cangkul. Begitu dibuka, si anak langsung memegang erat cangkul dan mempertahankannya ketika para pekerja hendak mengambilnya. Si ibu orangutan tetap diam saja, dahinya terluka parah. Para pekerja bilang, mereka memang mencangkul kepala ibu orangutan itu agar bisa ditangkap. Si ibu kelenger, hampir tewas dan si anak dengan mudahnya ditangkap. Keduanya lalu dimasukkan peti dan dikunci.
Mereka, adalah dua dari ratusan orangutan yang tergusur oleh
perkebunan kelapa sawit PT Agro Bukit. Sister company-nya, PT Agro Indomas juga sama saja: babat hutan dan bantai orangutan. Agro Group adalah mimpi buruk bagi orangutan.
Orangutan dianggap hama karena memakan tunas kelapa sawit. Sebenarnya, tunas kelapa sawit tidak termasuk dalam daftar pakan alami orangutan. Orangutan yang telah kehilangan habitatnya karena dibabat perusahaan, tidak saja kehilangan rumahnya namun jug asumber makan dan air. Tunas kelapa sawit merupakan pilihan satu – satunya dan bayarannya adalah nyawa. Para pekerja harus melindungi pohon kelapa sawit muda yang menjadi tanggung jawabnya.
Juli 2008.
Kini Agro Group melebarkan ekspansinya ke kawasan lain, masih dalam kabupaten Kotawaringin Timur di Kalimantan Tengah. Kini hutan-hutan di Kuala Kuayan hancur berantakan seperti habis diterjang tsunami.
Orangutan dan satwa liar lainnya, termasuk situs – situs keramat masyarakat Dayak dilabrak habis oleh alat – alat berat mereka. Kekuatan Agro Group juga telah menghancurkan nurani para
konservasionist orangutan. Dibawah koordinasi Orangutan Conservation Service Program (OCSP). beberapa LSM konservasi orangutan dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah telah menerima sejumlah uang dari Agro Group. Untuk tahap pertama, uang itu sejumlah 60 juta rupiah, untuk membiayai Workshop Orangutan Action Plan. Kalau perlu silakan minta lagi, demikian kata Agro Group.
Tapi, uang itu bukan untuk makan siang gratis. Agro Group telah menetapkan syarat: Gubernur dan para pejabat teras Kalimantan Tengah mesti hadir dalam acara itu. Tidak masalah berapa banyak uang saku yang harus diberikan pada para pejabat itu. Workshop Orangutan Action Plan adalah kesempatan emas bagi Agro Group untuk tampil hijau: ramah lingkungan dan ramah sosial. Ini adalah cara paling efektif untuk membersihkan wajah dan tangan Agro Group dari darah orangutan.
COP dalam posisi menentang Workshop Orangutan Action Plan yang dibiayai oleh perusahaan pembabat hutan dan pembantai orangutan. COP akan menghadapi masa depan yang lebih sulit dan sendirian. Sebelumnya, COP hanya menghadapi perusahaan pelaku kejahatan dan kekejaman terjadap orangutan, namun kini juga menghadapi LSM-LSM konservasi orangutan:
1. WWF Kalteng.
2. Yayasan BOS Indonesia.
3. Yayasan Orangutan Indonesia.
4. Yayasan Cakrawala Indonesia.
5. Perkumpulan Orang Borneo.
COP mendesak teman-teman di LSM-LSM tersebut untuk mundur dari jaringan yang diinisiasikan oleh Orangutan Conservation Service
Program/USAID. COP telah menghubungi OCSP, BKSDA Kalteng, Yayorin,
Orang Borneo dan BOS Foundation. COP telah menyatakan keberatan
mengenai workshop tersebut. Sejauh ini hanya BKSDA Kalteng yang
menjawab secara resmi.
Hardi Baktiantoro
and orangutan
COP/Centre for Orangutan Protection, Rungan Sari Compound, Jalan Tjilik Riwut km 36 Sei Gohong, Palangkaraya 73225 INDONESIA



5 Responses to Matinya Nurani LSM Orangutan
manusiasuper
Agustus 15th, 2008 at 22.47
Gaswat juga ya, kalo LSM sudah main beginian… Seharusnya mereka kan ‘independen’?
Pakacil
Agustus 17th, 2008 at 15.39
Lebih mudah nyari LSM yg suka cari duit semata dari pada yg tidak.
Parah…
annmolly
Agustus 19th, 2008 at 14.44
duh kaciannya nasib saudara2 saya diperantauan.
sandi
Agustus 23rd, 2008 at 10.47
Astaga… selain ichal, orang utan kan juga aset bangsa. Huh sedih gw baca cerita perjalanan hidupmu chal T-T
bodong
Desember 19th, 2008 at 10.07
Tuh kan apa gue bilang, ujung-ujungnya duit…… LSM vs perusahaan kelapa sawit? Nggak level….. dalam prakteknya tuh terjadi LSM vs LSM untuk memperebutkan duit perusahaan kelapa sawit. Bagaimana kalau duit bukan segalanya? untuk sewa kantor, honor, beli laptop canggih, kongkow2 dg bule lalu minum2 dan ML…. aaaah siapa sih yg nggak tahu kelakuan bejat LSM yg dalam kampanyenya sok moralis, pecinta lingkungan etc? Tobat lah dik, perkuat ibadahmu……