Oktober 8, 2008 | In: Tulisan
Budaya Mawarung (budaya hobi ke warung)
Ada 2 orang yang saling bertetangga didaerah Hulu Sungai ,satu orang jawa satu lagi orang banjar,mereka ini sama2 berprofesi sebagai petani,di pagi hari mereka berdua bersama-sama berangkat ke sawah,sampai di ujung jalan si orang Banjar belok ke warung,sedangkan si orang jawa terus menuju ke sawah.
“mas, aku mengopi dululah,kena aku menyusul ke paumahan (mas saya minum kopi dulu,nanti saya menyusul ke sawah)” kata si orang banjar kepada si orang jawa
di warung kopi telah ada beberapa orang yang nongkrong di temani kopi,kue dan tentunya acil (bibi) penjaga warung,sambil menikmati kopi dan kue si orang banjar ini keasyikan ngobrol dengan pengunjung warung lainnya,tidak terasa waktu hampir mendekati siang. karena melihat si orang Banjar ini satu2nya pengunjung yang membawa peralatan bertani,acil penjaga warung bertanya,
“ou..pian kada turun ka paumahan kah..(sampeyan tidak pergi sawah)..??”tanya acil penjaga warung,
“kopi baluman habis lagi cil’ai (minum kopi belum habis bu)..!”jawab si orang banjar
setelah teman ngobrol satu persatu pergi dari warung,barulah si orang banjar ini sadar kalau waktu telah siang sisa si orang banjar dan acil penjaga warung,
“pian kada tulak juakah ke paumahan (sampeyan tidak juga pergi ke sawah)..??”tanya acil warung
“panas banar harinya..kena aja imbah sembahyang bada’ gin ke paumahan (panas sekali..nanti saja deh setelah sembahyang zuhur berangkat ke sawah)” jawab si orang banjar
memang hari itu panas sekali,setelah membayar,si orang banjar ini tidak jadi ke sawah melainkan pulang kerumahnya,dijalan, adzan zuhur pun berkumandang,sesampainya di rumah si orang banjar ini mandi untuk menyegarkan badan sekalian membersihkan badan untuk sholat zuhur,setelah sholat zuhur si orang banjar ini bersandar di dinding rumah kemudian merebahkan diri di atas sejadahnya,didalam hatinya pun berkata,
“amun guring nyaman banar ni..siang2 manggalantang harinya..mana anginnya nyaman banar pulang…guring setumat gin imbah itu ke paumahan..(kalau tidur enak nih..siang menyengat ditambah angin yang sepoi2 lagi..tidur sebentar ah setelah itu berangkat ke sawah)”
yah..yang namanya tidur di siang hari, mana habis mandi,ditambah angin yang berhembus sepoi2 jelas nyenyak dan biasanya tidur dengan kondisi seperti ini tidak sebentar. terbukti,si orang banjar akhirnya bangun disaat adzan sholat ashar.saat bangun dari tidur didalam hati si orang banjar ini pun berkata.
“bah koler banar ke paumahan..sore dah harinya..esok aja gin..(bah males banget ke sawah..sudah sore..besok aja dah)..”
singkat cerita,musim panen pun tiba,ternyata hasil panen si orang banjar sungguh mengecewakan berbeda dengan si orang jawa yang mendapatkan hasil panen melimpah ya gara2 keseringan ke warung pekerjaan si orang banjar tidak teratur
cerita diatas hanyalah ilustrasi,tapi itu sebagai bukti yang saya lihat selama saya melakukan penelitian tentang masyarakat Informasi kalimantan Selatan dan juga di dukung oleh dosen saya yang asli medok banjarnya beliau menulis “tentang streotif masyarakat banjar”.
coba anda ke daerah Hulu Sungai di sepanjang jalan pasti banyak warung2 kecil tempat orang nongkrong sambil minum menikmati kue dan yang jelas ngobrol,bukan hanya ramai di siang hari, di malam haripun
warung2 tersebut tetap ramai.
Bagaimana dengan banjarmasin..?kalau banjarmasin budaya-budaya mewarung masih bisa kita lihat,ada bukti, yaitu ketika saya membantu pacar saya (sekarang jadi istri saya)menyelesaikan skripsi tentang partisipasi masyarakat kecamatan Banjarmasin timur dalam pemilu 2004,yang hasilnya, ternyata banyak diantara mereka mendapatkan informasi2 tentang pemilu 2004,calegnya,capresnya,cara mencoblos seperti apa yaitu dari nongkrong di warung
Liat juga TVRI Kalsel ada salah satu acaranya (saya lupa namanya),mengambil latar belakang warung2 kecil untuk minum,ini kan menunjukkan bahwa masyarakat kita mempunyai budaya mawarung (budaya hobi ke warung).dan ini juga yang menjadi jawaban ketika saya ditanya “bagaimana chal kesimpulan penelitian pendidikan politik melalui TI untuk masyarkat Kalsel ..?” taya ketua tim,”ini pak..ternyata pendidikan politik masyarakat kalsel dimulai dari warung..”jawab saya.
hasil lain yang saya dapat dari budaya mawarung ini,bahwa para pembakal (kepala desa) di kalsel banyak yang tidak tertib berbeda dengan di jawa,beberapa daerah di kalsel kalau perlu stempel dan tanda tangan pembakal (kepala desa) dapat dilakukan di warung atau dimana saja,karena para pembakal2 tersebut sering membawa stempel dan blangko2 lainnya ,kalau di jawa para kepala desa sangat tertib, ya wajar saja kepala2 desa di jawa ribut meminta mereka diangkat menjadi PNS,sedangkan pembakal2 disini santai adem ayem
sebenarnya hobi ke warung ini tidak ada masalah dengan tetap memegang memegang prinsip “masih ada yang lebih penting yang harus saya kerjakan hari ini” kalau keasyikan ngobrol yang belum jelas manfaatnya, ya seperti cerita di atas, pekerjaan yang menjadi prioritas amburadul..belum lagi cerita togel masuk warung hahahaha..parah..!!



9 Responses to Budaya Mawarung (budaya hobi ke warung)
ilamona
Oktober 8th, 2008 at 07.04
klo udah jadi PNS jangan terbawa arus umpatan jua nongkrong di warung abis apel!
awym
Oktober 8th, 2008 at 08.44
selama warung masih ada, kenapa tidak?
kalau bukan kita, siapa lagi?
wakakakakak *pernah denger dimanaaaa gitu*
warmorning
Oktober 8th, 2008 at 08.53
kadang ada yang bisa dibanggakan dari budaya kita ini
dan tidak bisa disandingkan dengan budaya dari luar pulau,
lain hal itu, pak !
manusiasuper
Oktober 8th, 2008 at 10.45
Inti dari MEWARUNG itu adalah obrolan-obrolan tak tentu arah tentang segala hal… Kita masih masuk dalam ranah Melayu kan? dan Melayu terkenal dengan hobinya mengomentari segala hal tanpa tindakan nyata… (persis blogger, wakakak.. *dihajar* )
carbonized
Oktober 8th, 2008 at 16.43
Kalu aku biasanya nongkrong di WC, chal…..
Kmu di warung ya, horok kamu chal.
SoulH
Oktober 11th, 2008 at 09.52
jadi kawakah umpat kemping
Sarah Luna
Oktober 11th, 2008 at 10.15
Saya hidup dari warung ke warung.. jarang makan di rumah, tapi gak buat ngerumpinya… mang bener2 buat makan. hehehe..
*jadi bujurlah yo urang banjar tu ketuju mewarung??*.
delivah
Oktober 22nd, 2008 at 16.41
berapalah modal bewarung…?
ofecc
Maret 19th, 2009 at 18.01
Akur ja kita mun sual mawarung hehe…
Lam kenal.